Negara Jerman menjadi salah satu negara yang penting bagi Indonesia.

Walau terpisah lebih dari 11 ribu kilometer serta benua yang berbeda, tidak mengurangi hubungan kedua negara.

Indonesia dan Jerman sama-sama memiliki keunggulan kondisi alam dan letak geografis. Jerman terletak di pusat kawasan Eropa Barat dan berbatasan dengan sembilan negara lainnya.

Sedangkan Indonesia terletak di pertemuan antara benua Asia dan Australia.

Kedua negara juga dikaruniai kondisi alam yang sangat indah. Mereka memiliki hutan, laut, dan gunung yang mempesona.

Perbedaannya, Indonesia memiliki luas total yang jauh lebih besar dibanding Jerman.

Kerjasama antara Jerman dan Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak Indonesia belum merdeka.

Lalu kerjasama terus berlanjut setelah kemerdekaan. Sejak awal kemerdekaan, Jerman telah menjadi tujuan utama pemuda Indonesia meneruskan pendidikannya.

Banyak tokoh penting kita yang mengenyam pendidikan di Jerman. Salah satunya adalah Prof. Habibie yang mengambil bidang studi konstruksi pesawat terbang di RWTH Aachen University.

Dalam bidang pendidikan, kedua negara juga sering mengadakan pertukaran pelajar, training, serta penelitian bersama.

Saat ini saja ada ribuan pelajar Indonesia yang sedang kuliah di Jerman. Selain itu, Jerman juga menjadi tujuan utama ekspor Indonesia di Eropa.

Hasil alam seperti karet, rempah, sepatu, konveksi, hingga bahan kimia organik menjadi andalan ekspor Indonesia ke Jerman.

Keunikan Perbedaan waktu Indonesia dan Jerman yang Perlu Anda Ketahui

Keunikan Perbedaan waktu Indonesia dan Jerman yang Perlu Anda Ketahui

Bagi kalian yang punya niatan kuliah, bekerja, atau sekedar travelling ke Jerman, kalian harus tahu perbedaan waktu Indonesia dan Jerman.

Karena jarak kedua negara yang sangat jauh, maka perbedaan waktu Indonesia dan Jerman lumayan besar.

Seperti negara Eropa lainnya, Jerman memiliki empat musim yaitu

1 Der winter (musim dingin) yang terjadi antara bulan Desember sampai Februari

2 Der Frühling (musim semi) yang terjadi antara Maret hingga Mei

3 Der Sommer (musim panas) pada bulan Juni hingga Agustus, dan

4 Der Herbst (musim gugur) sekitar September sampai November

Adanya beberapa musim yang berlainan tersebut ternyata ikut mempengaruhi perbedaan waktu indonesia dan Jerman yang tidak tetap. Selisih waktu antara kedua negara berbeda antara musim dingin dan musim panas.

Pada musim dingin, Jerman menggunakan zona waktu CET (Central European Time) yaitu GMT+1. Artinya, waktu yang berlaku di Jerman 1 jam lebih cepat dibanding waktu GMT.

GMT sendiri singkatan dari Greenwich Mean Time yang menjadi patokan waktu di seluruh dunia.

Sedangkan zona waktu di Indonesia dibedakan atas wilayahnya. Misalnya saja Jakarta mengacu ke WIB, yaitu GMT+7. Sehingga pada musim dingin di Jerman, perbedaaan waktu Indonesia dan Jerman adalah 6 jam.

Adapun pada musim panas, zona waktu di Jerman mengacu pada CEST (Central European Summer Time), yaitu GMT+2. Sedangkan Jakarta tetap berdasarkan WIB atau GMT+7. Jadi perbedaan waktu Indonesia dan Jerman pada musim panas adalah 5 jam.

Misalkan saja kita berada di Jakarta pada bulan januari dan waktu menunjukkan pukul 00.00 WIB. Karena Januari masuk musim dingin di Berlin, maka selisih Jakarta dan Berlin sebesar 6 jam.

Jadi di Berlin akan menunjukkan jam 18.00.

Sedangkan kalau kita sedang berada pada bulan Juni (musim panas), maka waktu di Berlin akan menunjukkan jam 19.00 WIB.